Kamis, 01 Okt 2026
Beranda › Berita
Berita

11 Cara Mengenali Tingkat Kerontokan Rambut yang Perlu Diketahui

✍️ Dewi 🕒 19 Sep 2026 👁️ 8x dibaca
rontok3
rontok3 Foto: homeybutton.com

Pelajari 11 metode praktis untuk mengukur tingkat keparahan kerontokan rambut kamu, dari menghitung helai rambut rontok harian hingga mengenali perubahan volume dan pola kebotakan. Temukan juga penyebab umum dan berbagai solusi perawatan yang bisa kamu terapkan.

Sekitar 50 hingga 100 helai rambut rontok setiap hari pada setiap orang, merupakan bagian dari siklus pertumbuhan rambut alami.

Kerontokan ini biasanya akan digantikan oleh pertumbuhan rambut baru sehingga tidak menyebabkan penipisan yang signifikan.

Namun, jika jumlah rambut rontok melebihi batas normal atau disertai tanda-tanda lain, ini bisa menjadi indikasi kerontokan berlebihan yang memerlukan perhatian lebih lanjut.

1. Menghitung Jumlah Rambut Rontok Harian

Kamu bisa mulai mengamati jumlah helai rambut yang rontok setiap hari, terutama saat keramas, menyisir, atau ditemukan di bantal.

Kerontokan lebih dari 100 helai per hari secara konsisten, atau bahkan mencapai lebih dari 200 helai setiap hari, dianggap berlebihan dan bisa menjadi indikasi masalah.

Penting untuk membandingkan tingkat kerontokan dari waktu ke waktu; jika jumlahnya dua kali lipat dari rata-rata personal kamu, itu bisa menjadi sinyal kerontokan berlebihan.

2. Melakukan Tes Tarik Rambut

Tes tarik rambut dilakukan dengan mengambil sekelompok kecil rambut secara perlahan untuk melihat berapa banyak yang terlepas.

Ambil sekitar 60 helai rambut di beberapa area kepala (frontal, oksipital, temporal kiri dan kanan) dan tarik perlahan dari akar ke ujung.

Jika lebih dari 8 helai ikut terlepas, ini bisa menandakan kerontokan berlebihan.

Lakukan tes saat rambut kering dan tidak baru dikeramas (minimal 2-5 hari tidak keramas) untuk hasil yang lebih akurat.

3. Memerhatikan Rambut di Sisir atau Sikat

Beberapa helai rambut yang tertinggal di sisir adalah normal setelah digunakan.

Namun, jika jumlahnya banyak hingga memenuhi sisir atau sikat rambut setiap kali kamu memakainya, ini adalah tanda kerontokan yang berlebihan.

Perhatikan akumulasi rambut pada alat penataan rambut kamu sebagai indikator awal.

4. Mengamati Rambut Rontok di Bantal

Meskipun normal melihat beberapa helai rambut di bantal saat bangun tidur di pagi hari, jumlah yang banyak bisa menjadi indikasi kerontokan rambut yang sudah berlebihan.

Jika kamu sering menemukan gumpalan rambut yang signifikan di bantal, ini memerlukan penanganan lebih lanjut. Ini adalah cara sederhana untuk memantau kondisi rambut kamu setiap hari.

5. Merasakan Penipisan Rambut Saat Dikuncir

Bagi pemilik rambut sedang atau panjang, perubahan volume saat menguncir rambut bisa menjadi indikator penipisan akibat kerontokan.

Jika kunciran rambut terasa tidak sebanyak atau setebal biasanya, atau ikatan rambut di sekitar kunciran menjadi lebih banyak, ini bisa menjadi tanda volume rambut telah berkurang.

Kamu akan merasakan perbedaan signifikan saat melakukan rutinitas sehari-hari.

6. Melihat Belahan Rambut yang Melebar

Belahan rambut (tengah atau pinggir) yang terlihat lebih lebar dari biasanya menunjukkan lebih banyak kulit kepala yang terekspos.

Perhatikan belahan rambut kamu secara rutin dan jika terlihat ada lebih banyak kulit kepala daripada biasanya, ini bisa menjadi pertanda rambut rontok.

Mengambil foto secara berkala dapat membantu membandingkan perubahannya dari waktu ke waktu.

7. Volume Rambut Keseluruhan Berkurang

Jika kamu merasa volume rambut kamu menjadi lebih sedikit dari biasanya, ini bisa menjadi tanda kerontokan berlebihan.

Rambut terasa lebih tipis atau volume rambut mengempis secara keseluruhan, mengubah tampilan dan tekstur rambut kamu.

Kamu adalah orang yang paling tahu ketebalan dan volume rambut normal kamu, jadi perhatikan perubahan kecil yang terlihat.

8. Munculnya Pitak atau Garis Rambut yang Mundur

Adanya area botak di kulit kepala atau pitak, atau garis rambut di dahi (hairline) mulai mundur atau melebar, membentuk pola "M" atau "U", merupakan tanda kerontokan rambut yang lebih parah.

Ini sering dikaitkan dengan kondisi seperti alopecia areata atau alopecia androgenetik. Kondisi ini memerlukan diagnosis dan penanganan medis lebih lanjut.

9. Rambut Mudah Patah atau Rapuh

Rambut yang sehat biasanya memiliki efek "bounce" saat ditarik.

Jika rambut kamu mudah patah di tengah atau putus saat ditarik lembut, ini bisa menandakan kurangnya nutrisi atau kerusakan pada rambut.

Kerontokan jenis ini menunjukkan bahwa kekuatan dan elastisitas rambut telah berkurang secara signifikan.

10. Gejala Lain yang Menyertai

Rambut rontok yang disertai gatal, nyeri, luka, atau kerak yang menebal dan bersisik di kulit kepala bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang lebih serius.

Penipisan rambut yang juga terjadi di bagian tubuh lain seperti alis atau bulu mata juga perlu diwaspadai.

Gejala-gejala ini bisa menjadi tanda kerontokan rambut yang disebabkan oleh kondisi medis atau penyakit tertentu, seperti infeksi jamur atau penyakit autoimun.

11. Skala Norwood (untuk Pria)

Skala Norwood adalah sistem klasifikasi visual yang membagi kebotakan pola pria menjadi 7 tahap.

Skala ini digunakan oleh dokter dan ahli trikologi untuk mendiagnosis tingkat keparahan alopecia androgenetik (kebotakan pola pria).

Skala ini membantu dalam perencanaan perawatan yang tepat, mulai dari garis rambut normal (Tahap 1) hingga kebotakan parah (Tahap 7).

Penyebab Rambut Rontok

Beberapa faktor utama dapat memicu kerontokan rambut. Faktor genetik atau keturunan, dikenal sebagai alopecia androgenetik, merupakan penyebab paling umum yang terjadi seiring bertambahnya usia.

Perubahan hormonal dan kondisi medis seperti kehamilan, persalinan, gangguan tiroid, sindrom ovarium polikistik, diabetes, lupus, dan penyakit autoimun juga dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Stres, baik fisik maupun emosional, bisa memicu kerontokan sementara yang disebut telogen effluvium.

Kekurangan nutrisi seperti protein, zat besi, dan vitamin D, serta pola diet ekstrem, juga berperan penting.

Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti kemoterapi, dapat memiliki efek samping berupa kerontokan rambut.

Gaya rambut yang menarik terlalu kencang (traction alopecia), perawatan panas, atau bahan kimia berlebihan juga merusak folikel rambut.

Penurunan berat badan drastis dan kebersihan kulit kepala yang buruk akibat penumpukan kotoran dan minyak juga dapat menjadi pemicu kerontokan rambut.

Solusi Mengatasi Rambut Rontok

Untuk mengatasi rambut rontok, mulailah dengan perawatan rambut yang lembut, hindari menyisir berlebihan atau menarik rambut terlalu kencang.

Ganti tatanan rambut untuk menghindari gaya yang memberikan tarikan kuat pada akar rambut.

Rutin keramas dengan produk yang tepat, seperti sampo dan kondisioner bebas sulfat yang sesuai dengan tipe rambut kamu, disarankan.

Cukupi asupan nutrisi dengan mengonsumsi makanan kaya protein, vitamin, dan mineral penting untuk mendukung pertumbuhan rambut yang sehat.

Mengelola stres melalui aktivitas relaksasi juga krusial. Penggunaan bahan alami seperti lidah buaya, minyak zaitun, santan, atau minyak rosemary dapat membantu menutrisi rambut.

Jika kerontokan berlebihan atau disertai gejala lain, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.

Penanganan medis dapat meliputi obat oles (minoxidil), obat minum (finasteride, spironolactone), sampo khusus, atau transplantasi rambut untuk kasus kebotakan yang lebih parah.

Mengenali tanda-tanda awal kerontokan rambut yang tidak normal penting untuk mencegah kondisi memburuk.

Jika kamu mengalami kerontokan rambut yang berlebihan dan mengkhawatirkan, terutama jika melebihi 100 helai per hari secara konsisten, menyebabkan pitak, atau disertai gejala lain, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: dove.com, halodoc.com, detik.com, liputan6.com, beautynesia.id, merdeka.com, kompas.com, diricare.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update