Jumat, 11 Sep 2026
Beranda › Berita
Berita

3 Masalah Kesehatan Tubuh Utama yang Menyebabkan Rambut Rontok

✍️ Dewi 🕒 11 Sep 2026 👁️ 2x dibaca
hormon-editorial
hormon-editorial Foto: editorial.femaledaily.com

Kerontokan rambut berlebihan sering kali menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang mendasari. Artikel ini membahas tiga penyebab utama rambut rontok, mulai dari stres, gangguan hormon, hingga kekurangan nutrisi penting, lengkap dengan penyebab dan solusinya.

Rambut rontok adalah kondisi umum yang dialami banyak orang, baik pria maupun wanita.

Normalnya, seseorang dapat kehilangan sekitar 50, 100 helai rambut setiap hari sebagai bagian dari siklus pertumbuhan rambut alami.

Namun, jika kerontokan rambut terjadi secara berlebihan atau tiba-tiba, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang mendasari.

Kerontokan rambut yang parah dapat memengaruhi rasa percaya diri dan kualitas hidup.

Selain faktor genetik, perawatan rambut yang salah, atau efek samping obat-obatan, ada tiga masalah kesehatan utama dalam tubuh yang sering menjadi pemicu kerontokan rambut.

1. Stres Berlebihan

Stres fisik atau emosional yang berat dapat memicu kondisi telogen effluvium, yaitu saat sejumlah besar rambut masuk ke fase istirahat lebih awal lalu rontok. Kerontokan rambut akibat stres biasanya tidak muncul tepat saat stres terjadi, melainkan beberapa minggu atau bulan setelah tubuh mengalami tekanan berat. Rambut bisa terasa lebih rapuh, mudah patah, dan terlihat lebih tipis atau berkurang volumenya, disebabkan oleh tekanan hidup, kecemasan berlebihan, atau penyakit kronis yang tidak kunjung sembuh.

Manajemen stres melalui teknik relaksasi, olahraga teratur, tidur yang cukup, dan meluangkan waktu untuk hobi dapat membantu.

Kerontokan rambut akibat stres umumnya bersifat sementara dan rambut dapat tumbuh kembali setelah penyebab stres berhasil diatasi.

2. Gangguan Hormon

Ketidakseimbangan hormon dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut, memperlambat fase pertumbuhan (anagen) dan mempercepat fase rontok (telogen), sehingga rambut menjadi lebih tipis dan rapuh.

Masalah pada kelenjar tiroid, baik hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid) maupun hipertiroidisme (kelebihan hormon tiroid), adalah penyebab umum kerontokan rambut yang merata.

Perubahan hormon selama kehamilan, setelah melahirkan, dan menopause juga dapat memicu kerontokan rambut yang umumnya bersifat sementara.

Pastikan kadar hormon tiroid terkendali melalui konsultasi medis dan pengobatan yang sesuai.

Rambut umumnya dapat tumbuh kembali jika masalah tiroid diatasi, dan konsumsi makanan kaya protein, vitamin, serta mineral juga mendukung pertumbuhan rambut.

3. Kekurangan Nutrisi

Diet yang tidak seimbang dan kekurangan nutrisi penting dapat menyebabkan rambut menjadi rapuh, tipis, dan mudah rontok.

Kekurangan zat besi, protein, vitamin D, zinc, dan vitamin B kompleks (termasuk B6, B12, dan folat) merupakan pemicu umum.

Nutrisi-nutrisi ini esensial untuk produksi sel darah merah, pembentukan sel rambut, stimulasi folikel rambut baru, dan metabolisme asam amino yang membentuk keratin.

Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, daging merah, telur, dan ikan berlemak adalah solusinya.

Pertimbangkan suplementasi nutrisi sesuai anjuran tenaga medis jika ditemukan kekurangan nutrisi tertentu setelah evaluasi.

Rambut rontok yang berlebihan bisa menjadi indikator adanya masalah kesehatan yang lebih serius dalam tubuh. Penting untuk mengidentifikasi penyebab pasti kerontokan rambut agar penanganan yang tepat dapat diberikan.

Jika kamu mengalami kerontokan rambut yang terjadi secara tiba-tiba, tidak merata, atau disertai gejala lain seperti rasa sakit, gatal, atau peradangan pada kulit kepala, segera konsultasikan dengan dokter kulit.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: cnnindonesia.com, halodoc.com, hellosehat.com, youvit.co.id, alodokter.com, emc.id, jogjaprov.go.id, kalbarprov.go.id.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update