Kamis, 01 Okt 2026
Beranda › Berita
Berita

5 Kebiasaan Sepele Pemicu Rambut Ketombe yang Sering Diabaikan

✍️ Dewi 🕒 24 Sep 2026 👁️ 6x dibaca
ketombe3
ketombe3 Foto: orami.co.id

Ketombe seringkali disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari yang terkesan sepele. Memahami lima pemicu umum ini, mulai dari jarang keramas hingga penggunaan produk yang salah, adalah langkah awal untuk mengatasi masalah kulit kepala gatal dan serpihan putih.

Ketombe, kondisi kulit kepala yang umum, ditandai dengan munculnya serpihan kulit mati berwarna putih atau kekuningan. Masalah ini sering disertai rasa gatal yang dapat mengurangi kepercayaan diri dan menyebabkan ketidaknyamanan. Meskipun tidak menular, ketombe bukan hanya masalah kebersihan, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jamur Malassezia globosa yang tumbuh berlebih atau dermatitis seboroik.

1. Jarang Keramas

Jarang keramas secara rutin menjadi salah satu pemicu utama ketombe. Kebiasaan ini menyebabkan penumpukan minyak alami (sebum), sel kulit mati, dan kotoran di kulit kepala. Penumpukan tersebut menciptakan lingkungan lembap dan kaya nutrisi, ideal bagi jamur Malassezia untuk berkembang biak, yang kemudian memicu munculnya ketombe. Untuk mengatasinya, keramaslah secara rutin; jika kulit kepala berminyak, disarankan setiap hari, sementara untuk rambut kering atau kulit kepala sensitif, cukup 2-3 kali seminggu.

2. Keramas Terburu-buru dan Kurang Bersih

Keramas terburu-buru dan membilas rambut kurang bersih juga dapat memperparah kondisi ketombe. Banyak orang tidak menggosok kulit kepala secara menyeluruh dan membilas rambut hingga benar-benar bersih.

Sisa-sisa sampo atau produk perawatan rambut yang tertinggal di kulit kepala dapat mengiritasi dan mempercepat pergantian sel kulit, yang pada akhirnya memperburuk ketombe.

Luangkan waktu saat keramas, pastikan memijat kulit kepala dengan lembut, dan membilas rambut hingga tidak ada sisa produk yang tertinggal.

3. Menutup Kepala Saat Rambut Masih Basah

Menggunakan penutup kepala seperti hijab, topi, atau beanie saat rambut masih basah menciptakan lingkungan lembap yang disukai jamur dan bakteri. Kondisi ini secara signifikan memicu pertumbuhan jamur penyebab ketombe. Penting untuk memastikan rambut benar-benar kering sempurna sebelum menggunakan penutup kepala guna mencegah masalah ini.

4. Penggunaan Produk Rambut Berlebihan atau Tidak Sesuai

Penggunaan produk penata rambut secara berlebihan, seperti gel atau hair spray, dapat menyebabkan penumpukan residu di kulit kepala. Residu yang tidak dibersihkan dengan baik ini membuat kulit kepala berminyak dan kotor, memicu perkembangan ketombe. Selain itu, sampo atau produk yang tidak cocok dengan jenis kulit kepala kamu bisa menyebabkan iritasi atau produksi minyak berlebih. Pilihlah produk perawatan rambut yang sesuai dengan jenis rambut dan kulit kepala, gunakan secukupnya, dan bersihkan secara menyeluruh saat keramas.

5. Keramas dengan Air Panas

Keramas dengan air yang terlalu panas, meskipun terasa nyaman, dapat menghilangkan minyak alami pada kulit kepala secara berlebihan.

Kebiasaan ini menyebabkan kulit kepala menjadi kering dan rentan terkelupas, sehingga memicu munculnya serpihan ketombe.

Disarankan untuk keramas menggunakan air hangat atau dingin untuk menjaga kelembapan alami kulit kepala.

Ketombe adalah masalah umum yang dapat diatasi dengan perubahan kebiasaan sehari-hari dan perawatan yang tepat. Penggunaan sampo anti-ketombe dengan bahan aktif seperti selenium sulfida atau zinc pyrithione, pengelolaan stres, dan pola hidup sehat membantu. Menjaga kebersihan dan kesehatan kulit kepala adalah kunci utama untuk mencegah ketombe kembali. Jika masalah ketombe terus berlanjut atau semakin parah, kamu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk penanganan lebih lanjut.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: herminahospitals.com, columbiaasia.co.id, kemkes.go.id, wikipedia.org, halodoc.com, watsons.co.id, hellosehat.com, kalbarprov.go.id.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update