Selasa, 03 Nov 2026
Beranda › Berita
Berita

Sering Mengikat Rambut Terlalu Kencang? Hati-hati Risiko Traction Alopecia

✍️ Dewi 🕒 06 Oct 2026 👁️ 11x dibaca
biarkan rambut terurai saat tidur
biarkan rambut terurai saat tidur Foto: lifestyle.kompas.com

Mengikat rambut menjadi solusi paling praktis saat cuaca panas, berolahraga, atau ketika ingin tampil rapi secara instan. Gaya rambut seperti high ponytail, kuncir kuda yang amat ketat, sanggul tajam (sleek bun), hingga kepang yang sangat kencang memang memberikan kesan elegan dan chic. Namun, di balik tampilan yang terstruktur dan rapi tersebut, ada bahaya nyata yang mengintai kesehatan kulit kepala dan akar rambut kamu.

Kebiasaan ditarik dan diikat terlalu kuat setiap hari dapat memicu kondisi medis yang dikenal dengan nama Traction Alopecia. Kondisi ini merupakan salah satu bentuk kerontokan rambut yang tidak terjadi secara alami karena faktor usia atau genetik, melainkan akibat gaya mekanis eksternal secara terus-menerus. Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kerontokan sementara ini bisa berkembang menjadi kebotakan permanen yang merusak penampilan serta rasa percaya diri.

Memahami Apa Itu Traction Alopecia

Traction Alopecia adalah jenis kerontokan rambut yang disebabkan oleh penarikan berulang dan terus-menerus pada folikel rambut. Ketika kamu menarik rambut terlalu kuat saat mengikat atau menguncirnya, garis rambut (hairline) mengalami tegangan konstan. Tegangan berlebih ini merusak folikel tempat tumbuhnya helai rambut baru, melonggarkan ikatan akar di dalam kulit kepala, dan memicu peradangan lokal.

Pada tahap awal, peradangan ini biasanya ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan kecil mirip jerawat di sekitar garis rambut, rasa nyeri atau ketarik saat rambut diurai, hingga kemerahan pada kulit kepala. Jika kebiasaan mengikat kencang ini terus dilanjutkan, folikel rambut akan sangat melemah dan akhirnya berhenti memproduksi helai rambut baru.

Tanda dan Gejala Peringatan pada Kulit Kepala

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sedang mengalami tahap awal Traction Alopecia karena menganggap rasa sakit saat mengikat rambut sebagai hal yang wajar. Padahal, tubuh sering kali memberikan sinyal peringatan yang cukup jelas.

  • Sakit Kepala dan Rasa Tegang: Munculnya rasa pening atau tegang di area dahi dan belakang kepala yang langsung hilang begitu ikatan rambut dilepaskan.

  • Kemerahan dan Benjolan Kecil: Muncul bentol-bentol kecil (folliculitis) di sepanjang garis batas rambut depan, pelipis, atau tengkuk.

  • Garis Rambut Makin Mundur: Kebotakan perlahan mulai terlihat di area yang paling banyak menerima tarikan, seperti area dahi dan sekitar telinga.

  • Rambut Rontok Berlebihan saat Diurai: Jumlah helai rambut yang patah atau lepas melonjak tajam di area-area spesifik yang sering mengalami tekanan ikatan.

  • Pembersihan Rambut Tipis (Baby Hair): Area dahi tampak semakin luas karena rambut-rambut halus di bagian depan menipis dan menghilang.

Siapa Saja yang Paling Berisiko?

Siapa pun yang memiliki kebiasaan mengikat atau menata rambut secara ketat berpotensi mengalami kondisi ini. Namun, beberapa kelompok orang memiliki risiko lebih tinggi, antara lain:

Cara Mengatasi dan Mencegah Traction Alopecia

Kabar baiknya, Traction Alopecia adalah jenis kerontokan yang sangat bisa dicegah dan disembuhkan apabila terdeteksi pada tahap awal. Kunci utamanya adalah memberikan waktu istirahat pada folikel rambut dan mengubah kebiasaan penataan sehari-hari.

  • Longgarkan Ikatan Rambut: Biarkan rambut bernapas dengan mengikatnya secara longgar. Gunakan gaya kunciran bawah yang santai alih-alih mengikatnya tinggi di atas kepala.

  • Ganti Aksesori Rambut yang Ramah: Hindari karet gelang polos atau ikatan rambut dengan bahan logam yang rentan menyangkut dan menarik helai rambut. Beralihlah ke scrunchie berbahan sutra atau kain lembut.

  • Variasikan Gaya Penataan: Jangan menata rambut dengan gaya yang sama setiap hari. Bergantianlah antara menguraikan rambut, mengikat longgar, atau menggunakan jepit rambut.

  • Hindari Penggunaan Bahan Kimia Berlebih: Kurangi penggunaan hairspray, gel rambut yang mengeras, serta pelurusan atau pengeritingan kimiawi saat rambut sedang mengalami kerontokan.

  • Lakukan Pijatan Kulit Kepala: Pijat lembut kulit kepala menggunakan minyak alami seperti minyak zaitun, rosemary, atau argan untuk memperlancar sirkulasi darah dan menutrisi kembali folikel rambut.

Tips Penting Menjaga Kesehatan Rambut yang Sering Diikat

Bagi kamu yang aktivitas sehari-harinya menuntut rambut untuk tetap diikat, ikuti tips perawatan praktis ini agar terhindar dari kerusakan jangka panjang:

  • Lepas Ikatan Saat Tidur: Jangan pernah tidur dalam kondisi rambut terikat kencang. Biarkan rambut terurai bebas agar folikel memiliki waktu untuk beristirahat dan beregenerasi sepanjang malam.

  • Keringkan Rambut Sebelum Diikat: Mengikat rambut dalam kondisi basah membuat helai rambut lebih rapuh, mudah patah, dan menciptakan lingkungan lembap yang memicu ketombe serta jamur kulit kepala.

  • Beri Jeda Ekstensi Rambut: Jika kamu menggunakan hair extension, berikan jeda beberapa minggu di antara pemasangan untuk membiarkan akar rambut alami pulih kembali.

  • Gunakan Nutrisi Pendukung: Gunakan serum khusus kulit kepala (scalp serum) yang mengandung peptide atau biotin untuk memperkuat akar rambut dari luar.

Kesimpulan

Menjaga penampilan tetap rapi dan menawan tentu menjadi keinginan semua orang, namun estetika tidak boleh mengorbankan kesehatan jangka panjang kulit kepala kamu. Traction Alopecia adalah bukti nyata bahwa kebiasaan kecil seperti mengikat rambut terlalu kencang secara berulang dapat membawa dampak fatal bagi pertumbuhan rambut.

Peka terhadap sinyal tubuh, melonggarkan ikatan, serta memberikan perawatan ekstra pada kulit kepala adalah langkah sederhana yang efektif untuk mencegah kerontokan permanen. Ingatlah bahwa rambut yang sehat dan kuat berawal dari kulit kepala yang terbebas dari tekanan berlebih. Jangan tunggu garis rambut kamu semakin mundur untuk mulai menghentikan kebiasaan mengikat rambut terlalu kuat.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update