Jumat, 02 Okt 2026
Beranda › Berita
Berita

Sering Menguncir Rambut Terlalu Kencang? Ini Dampak Buruknya bagi Akar Rambut

✍️ Dewi 🕒 24 Sep 2026 👁️ 7x dibaca
Sering Menguncir Rambut Terlalu Kencang
Sering Menguncir Rambut Terlalu Kencang Foto: beautyjournal.id

Menata rambut dengan gaya ponytail, sanggul, atau kepang kencang sering kali menjadi solusi instan untuk tampil rapi dan praktis sepanjang hari. Gaya rambut ini memang memberikan kesan yang segar dan elegan. Namun, di balik kemudahan dan estetika yang ditawarkannya, ada kebiasaan tersembunyi yang berisiko merusak kecantikan alami rambut kamu. Mengikat atau menguncir rambut terlalu kencang secara terus-menerus memberikan tekanan konstan pada bagian yang paling sensitif, yaitu akar rambut dan kulit kepala.

Jika kebiasaan ini terus dilakukan tanpa disadari, kesehatan rambut kamu akan menurun secara perlahan. Mulai dari masalah kerontokan hingga kerusakan permanen pada folikel, berikut adalah pembahasan mendalam mengenai dampak buruk mengikat rambut terlalu kencang serta cara menyikapinya.

Dampak Buruk Mengikat Rambut Terlalu Kencang

  1. Menyebabkan Alopecia Traksi (Traction Alopecia) Dampak paling serius dari kebiasaan mengikat rambut terlalu kencang adalah traction alopecia. Kondisi ini terjadi akibat tarikan berulang dan terus-menerus pada akar rambut. Tarikan ini melonggarkan ikatan akar pada folikel dan memicu kerontokan secara bertahap, terutama di sepanjang garis rambut depan dan pinggir kepala. Jika tidak segera dihentikan, folikel rambut bisa mengalami kerusakan permanen sehingga rambut berhenti tumbuh di area tersebut.

  2. Memperlemah Akar dan Memicu Kerontokan Parah Ketika rambut ditarik kencang, sirkulasi darah di sekitar kulit kepala dapat terhambat. Padahal, aliran darah inilah yang membawa nutrisi dan oksigen penting untuk pertumbuhan akar rambut. Tanpa asupan nutrisi yang cukup akibat tekanan tarikan, akar rambut akan menjadi lemah, rapuh, dan mudah patah bahkan hanya karena usapan halus.

  3. Memicu Kerusakan Batang Rambut dan Cabang Selain memengaruhi akar, tekanan dari ikatan karet yang terlalu ketat menciptakan gesekan tinggi pada batang rambut. Hal ini merusak struktur luar (kutikula) rambut. Akibatnya, rambut menjadi mudah patah di area bekas ikatan, terasa kasar, kusam, dan bercabang di bagian ujungnya.

  4. Menyebabkan Sakit Kepala dan Sensitivitas Kulit Kepala Apakah kamu sering merasa pusing atau sakit kepala setelah menguncir rambut seharian? Kondisi ini dikenal sebagai ponytail headache. Kulit kepala memiliki jaringan saraf yang sangat sensitif. Tarikan yang kuat pada ratusan helai rambut secara bersamaan akan merangsang saraf di kulit kepala dan memicu rasa nyeri yang menjalar hingga ke kepala bagian belakang atau leher.

  5. Keradangan pada Folikel Rambut (Folikulitis) Tekanan dan gesekan berlebih dari ikatan yang kencang dapat memicu peradangan pada folikel rambut. Kondisi ini kerap ditandai dengan munculnya benjolan-benjolan kecil memerah menyerupai jerawat di kulit kepala yang terasa gatal atau perih saat disentuh.

Tips Aman Menata Rambut Tanpa Merusak Akar

Untuk tetap tampil gaya tanpa harus mengorbankan kesehatan kulit kepala dan akar rambut, kamu bisa menerapkan beberapa langkah pencegahan berikut:

  • Ganti Jenis Pengikat Rambut: Hindari penggunaan karet gelang biasa atau ikatan rambut dengan sambungan logam yang dapat menjepit helai rambut. beralihlah ke scrunchie berbahan sutra atau satin, atau ikatan rambut berbentuk spiral yang mendistribusikan tekanan secara lebih merata.

  • Berikan Waktu Istirahat untuk Rambut: Biarkan rambut kamu terurai bebas, terutama saat tidur di malam hari. Tidur dengan rambut terikat akan memperparah tarikan akibat gesekan dengan bantal.

  • Variasikan Gaya Rambut: Jangan gunakan gaya ikatan yang sama setiap hari. Jika hari ini kamu memilih ikatan tinggi (high ponytail), esok harinya cobalah ikatan longgar di bagian bawah (low ponytail) atau biarkan terurai.

  • Jangan Mengikat Rambut Saat Basah: Rambut berada dalam kondisi paling rapuh dan elastis saat dalam keadaan basah. Mengikat rambut basah akan meningkatkan risiko kepatahan batang dan kerapuhan akar berkali-kali lipat.

  • Berikan Nutrisi Tambahan: Lakukan pijatan lembut pada kulit kepala secara rutin menggunakan minyak alami seperti minyak zaitun atau minyak argan untuk memperlancar sirkulasi darah dan memperkuat akar rambut.

Kesimpulan

Mengikat rambut memang cara yang praktis untuk menunjang penampilan dan kenyamanan beraktivitas. Namun, membiarkan rambut terus-menerus berada di bawah tekanan tarikan yang kencang dapat membawa dampak buruk berjangka panjang, mulai dari kerontokan, sakit kepala, hingga kerontokan permanen (traction alopecia). Kunci dari rambut yang indah bukan hanya terletak pada gayanya, melainkan pada kesehatannya. Dengan melonggarkan ikatan, memilih aksesori yang ramah bagi rambut, dan memberikan waktu istirahat yang cukup, kamu dapat menjaga kesehatan akar rambut tetap kuat dan lebat sepanjang waktu.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update