11 Kebiasaan Perawatan Rambut yang Merusak dan Solusi Mengatasinya
Rambut sehat dan berkilau menjadi dambaan banyak orang, namun kerusakan rambut seringkali terjadi akibat kebiasaan perawatan yang kurang tepat.
Rambut rusak adalah kondisi ketika rambut kehilangan kelembapan, elastisitas, serta kekuatan alaminya. Akibatnya, rambut terlihat kusam, mudah bercabang, rapuh, dan sulit diatur.
Ciri-ciri rambut rusak meliputi kerontokan, kekeringan, kekusaman, ujung bercabang, mudah kusut, susah diatur, kulit kepala gatal, perubahan tekstur, mengembang, dan mudah patah.
Berbagai faktor menyebabkan kerusakan ini, seperti paparan panas berlebih, penggunaan bahan kimia, polusi, kebiasaan menyisir yang keliru, kurangnya nutrisi, produk perawatan yang tidak sesuai, hingga stres.
Berikut 11 kebiasaan perawatan rambut yang dapat menyebabkan kerusakan:
1. Penggunaan Alat Penata Rambut Panas Berlebihan
Sering menggunakan alat seperti catokan, pengering rambut, atau pengeriting rambut secara rutin dapat merusak rambut. Panas berlebihan dari alat-alat ini merusak protein alami rambut dan menghilangkan kelembapan alaminya.
Kondisi ini membuat rambut menjadi kering, rapuh, mudah patah, dan bercabang.
2. Keramas yang Kurang Tepat
Keramas terlalu sering atau terlalu jarang, menggunakan air panas, dan menggosok batang rambut dengan sampo terlalu keras adalah kebiasaan yang merusak.
Keramas terlalu sering menghilangkan minyak alami rambut, sementara jarang keramas memicu ketombe dan rambut lengket.
Air panas mengurangi kelembapan alami rambut, sedangkan menggosok batang rambut terlalu keras merusak kutikula, membuatnya kusam dan kusut.
3. Penggunaan Produk Perawatan Rambut dengan Bahan Kimia Berbahaya
Penggunaan sampo, kondisioner, atau produk styling yang tidak sesuai jenis rambut atau mengandung bahan kimia keras dapat merusak.
Sampo dengan surfaktan kuat seperti Sodium Lauryl Sulfate atau Laureth Sulfate menghilangkan minyak alami rambut.
Bahan kimia lain seperti formaldehida, isopropil alkohol, paraben, dan natrium klorida membuat rambut rapuh, rontok, serta menyebabkan kulit kepala kering dan gatal.
4. Perawatan Rambut Kimiawi Berlebihan
Sering melakukan pewarnaan, bleaching, pelurusan, atau pengeritingan rambut dapat menyebabkan kerusakan signifikan. Bahan kimia dalam proses ini merusak struktur rambut, menghilangkan protein, menyebabkan kerapuhan, dan kehilangan kelembapan alami.
Rambut menjadi kering, pecah, bercabang, dan rontok, bahkan meningkatkan risiko kerusakan hingga 2,5 kali lipat untuk pewarnaan saja.
5. Mengeringkan Rambut Basah dengan Kasar
Rambut basah rentan dan mudah rontok atau patah. Menggosoknya dengan handuk secara kencang dapat membuat tekstur rambut menjadi lebih kasar, kusut, dan merusak kutikula.
Kebiasaan ini sebaiknya dihindari untuk menjaga kekuatan rambut.
6. Menyisir Rambut dengan Cara yang Salah
Menyisir rambut saat masih basah, menyisir terlalu keras, atau terlalu sering menyisir dapat merusak. Rambut basah lebih elastis dan rentan patah saat disisir.
Menyisir terlalu keras dapat merusak kutikula dan menyebabkan rambut patah.
7. Mengikat Rambut Terlalu Kencang
Mengikat rambut dengan kencang dalam waktu yang relatif lama, seperti kepang, ekor kuda, atau cepol, dapat menyebabkan tekanan berlebih. Tekanan ini mengakibatkan rambut patah dan rontok.
Gaya rambut yang terlalu kencang juga dapat menyebabkan traction alopecia, yaitu kerontokan rambut akibat tarikan terus-menerus.
8. Jarang Memotong Ujung Rambut
Tidak rutin memotong ujung rambut dapat memperburuk kondisi rambut. Ujung rambut yang bercabang jika dibiarkan dapat merambat naik dan mempengaruhi batang rambut yang masih sehat.
Ini membuat rambut tampak kering dan kusam secara keseluruhan.
9. Kurangnya Perawatan Pelembap
Tidak memakai kondisioner setelah keramas atau jarang menggunakan masker rambut adalah penyebab umum rambut kering. Rambut kehilangan kelembapannya saat proses pembilasan dengan sampo.
Kurangnya pelembap membuat rambut kering, rentan patah, kusut, dan bercabang.
10. Paparan Lingkungan
Rambut yang sering terpapar sinar matahari langsung, polusi, atau klorin (misalnya dari kolam renang) dapat rusak. Sinar matahari membuat warna rambut memudar dan merusak kutikula.
Klorin dapat merusak rambut hingga 60 persen, menjadikannya kering dan rapuh.
11. Pola Makan Tidak Sehat dan Stres
Kurangnya asupan nutrisi penting seperti protein, zat besi, vitamin D, dan zinc, serta stres yang tidak terkontrol, dapat memengaruhi kesehatan rambut.
Kekurangan nutrisi mengganggu pertumbuhan rambut, membuatnya tipis, rapuh, dan cepat rusak. Stres juga berkontribusi pada kerontokan dan kerapuhan rambut.
Untuk mengatasi rambut rusak dan mencegahnya, beberapa langkah bisa dilakukan. Menggunakan sampo dan kondisioner khusus rambut rusak menjadi prioritas.
Hindari mengeringkan rambut dengan handuk secara kasar, serta perhatikan cara menyisir rambut, yaitu saat rambut setengah kering dan menggunakan sisir bergigi jarang.
Lindungi rambut dari panas berlebih, baik dari alat styling maupun sinar matahari. Mengaplikasikan minyak alami atau masker rambut alami secara rutin juga membantu.
Potong ujung rambut secara berkala, hindari produk dengan bahan kimia keras, serta cukupi kebutuhan nutrisi dan kelola stres dengan baik.
Menerapkan pola hidup sehat secara keseluruhan akan mendukung kesehatan rambut.
Memiliki rambut yang sehat dan indah adalah dambaan banyak orang. Dengan memahami penyebab kerusakan dan menerapkan perawatan yang tepat, rambut dapat kembali sehat, kuat, dan berkilau.
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, sehingga langkah-langkah pencegahan penting untuk menjaga kesehatan rambut optimal. Pastikan untuk selalu memverifikasi informasi terkini sebelum memutuskan perawatan rambut.
Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: alodokter.com, sunsilk.co.id, halodoc.com, clearhaircare.com, dove.com, loreal-paris.co.id, kompas.com, traveloka.com.
