Selasa, 15 Sep 2026
Beranda › Berita
Berita

5 Jenis Ketombe dan Cara Mengatasinya

✍️ Dewi 🕒 14 Sep 2026 👁️ 3x dibaca
ketombe jamur
ketombe jamur Foto: jawapos.com

Mengenali jenis ketombe yang dialami merupakan langkah penting untuk menentukan penanganan yang paling efektif. Ada lima jenis ketombe yang umum terjadi, masing-masing dengan ciri khas, penyebab, dan solusi yang berbeda.

5 jenis ketombe umum menyerang kulit kepala dan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman.

Ketombe merupakan masalah kulit kepala yang ditandai dengan munculnya serpihan kulit mati yang rontok dari kulit kepala.

Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari ketidakseimbangan kelembapan kulit kepala, produksi minyak berlebih, hingga infeksi mikroorganisme.

Mengenali jenis ketombe yang dialami penting untuk menentukan metode penanganan yang paling efektif.

1. Ketombe Kering

Ketombe kering memiliki ciri khas serpihan berukuran kecil, berwarna putih bersih, halus, dan mudah rontok, sering terlihat di pundak atau pakaian.

Kulit kepala terasa kering, kencang, dan sering disertai rasa gatal ringan.

Kondisi ini terjadi karena kulit kepala kekurangan kelembapan alami, dipicu cuaca dingin atau panas, penggunaan pemanas ruangan, mencuci rambut dengan air terlalu panas, dehidrasi, serta produk perawatan rambut dengan bahan kimia keras.

Untuk mengatasinya, kamu dapat menggunakan sampo berpelembap alami atau bahan aktif seperti zinc pyrithione atau salicylic acid, rutin perawatan kulit kepala, dan menghindari alat penata rambut panas.

2. Ketombe Basah atau Berminyak

Ketombe basah atau berminyak ditandai dengan serpihan yang lebih besar, berwarna kekuningan, lengket, dan berminyak, sering menempel di rambut atau kulit kepala.

Kulit kepala terasa lepek, gatal intens, terkadang terlihat kemerahan atau meradang, dan bisa menimbulkan bau tidak sedap.

Penyebab utamanya adalah produksi sebum (minyak alami) yang berlebihan oleh kelenjar sebaceous di kulit kepala, bercampur dengan kotoran dan sel kulit mati, membentuk gumpalan yang mengiritasi kulit kepala.

Gunakan sampo anti-ketombe dengan kandungan aktif seperti zinc pyrithione, selenium sulfide, atau ketoconazole, keramas teratur, dan kelola stres untuk mengurangi kondisi ini.

3. Ketombe Akibat Jamur

Ketombe akibat jamur menunjukkan serpihan berwarna putih atau kuning, sering disertai rasa gatal dan iritasi pada kulit kepala.

Kondisi ini dipicu oleh pertumbuhan berlebihan jamur Malassezia globosa, mikroorganisme yang secara alami ada di kulit kepala.

Jamur ini menguraikan minyak di kulit kepala (sebum) dan menghasilkan asam oleat yang dapat mengiritasi kulit kepala pada orang yang sensitif, serta dapat menular melalui berbagi alat pribadi.

Solusinya adalah menggunakan sampo anti-ketombe dengan bahan aktif antijamur seperti zinc pyrithione, selenium sulfide, atau ketoconazole, serta menjaga kebersihan alat rambut.

4. Ketombe Akibat Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik ditandai dengan bercak bersisik merah, rasa gatal, kulit kepala berminyak, dan serpihan ketombe membandel yang sulit dilepaskan, bisa putih atau kekuningan.

Kondisi ini tidak hanya menyerang kulit kepala, tetapi juga bisa muncul di area wajah, alis, telinga, sisi hidung, hingga dada, dengan sisik yang lebih tebal dan berkerak.

Diduga kuat berkaitan dengan pertumbuhan jamur Malassezia yang berlebihan pada kulit berminyak, serta gangguan pada sistem imun atau kelelahan kronis.

Penanganan khusus dari dokter spesialis kulit mungkin dibutuhkan, dengan sampo khusus, krim antijamur, atau obat antijamur.

5. Ketombe Akibat Psoriasis Kulit Kepala

Psoriasis kulit kepala membentuk sisik tebal yang berlapis dan berwarna perak kemerahan, berbeda dengan ketombe biasa.

Kondisi ini sering terasa nyeri, panas, dan dapat menimbulkan luka jika digaruk secara berlebihan, disertai gatal ekstrem.

Psoriasis adalah penyakit autoimun kronis di mana sistem kekebalan tubuh bekerja terlalu aktif dan menyebabkan sel-sel kulit beregenerasi terlalu cepat.

Penyebabnya kompleks, melibatkan faktor genetik dan imun, serta dapat dipicu oleh stres atau infeksi.

Penanganan kondisi ini membutuhkan terapi medis khusus dari dokter, seperti kortikosteroid topikal atau terapi cahaya.

Memahami jenis ketombe yang dialami adalah kunci untuk menemukan solusi yang tepat dan efektif.

Dengan perawatan yang sesuai dan konsisten, masalah ketombe dapat diatasi, sehingga kulit kepala menjadi lebih sehat dan rasa percaya diri meningkat.

Jika masalah ketombe tidak kunjung membaik dengan perawatan mandiri atau disertai gejala parah, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: halodoc.com, clearhaircare.com, sunsilk.co.id, alodokter.com, headandshoulders.co.id, klikdokter.com, siloamhospitals.com, zalora.co.id.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update