Senin, 14 Sep 2026
Beranda › Berita
Berita

8 Jenis Rambut Rontok, Penyebab, dan Solusi Mengatasinya

✍️ Dewi 🕒 14 Sep 2026 👁️ 2x dibaca
Tinea Capitis
Tinea Capitis Foto: hellosehat.com

Kenali delapan jenis rambut rontok yang paling umum, mulai dari pola kebotakan genetik hingga infeksi jamur. Artikel ini membahas ciri-ciri, penyebab, dan solusi efektif untuk setiap masalah kerontokan rambut.

50 hingga 100 helai rambut yang rontok setiap hari masih tergolong normal sebagai bagian dari siklus regenerasi alami.

Kerontokan rambut yang berlebihan dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan atau kondisi tertentu.

Memahami jenis kerontokan rambut yang berbeda penting untuk menentukan penyebab dan menemukan solusi yang tepat.

Berbagai faktor dapat memicu rambut rontok, mulai dari genetik, perubahan hormon, stres, kekurangan nutrisi, hingga kondisi medis dan perawatan rambut yang salah.

Artikel ini akan membahas delapan jenis rambut rontok yang paling umum, lengkap dengan penyebab dan penanganan yang sesuai.

1. Androgenetic Alopecia

Kerontokan rambut jenis ini merupakan yang paling umum, ditandai dengan penipisan rambut secara bertahap.

Pada pria, kerontokan sering bermula di atas kedua pelipis dan garis rambut mundur membentuk pola "M", serta penipisan di ubun-ubun.

Sementara pada wanita, rambut menipis secara difus di mahkota kepala, sering dengan pelebaran belahan tengah, namun garis rambut depan biasanya tetap utuh.

Kondisi ini disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik serta respons berlebihan terhadap hormon dihidrotestosteron (DHT).

Solusi pengobatan dapat meliputi penggunaan obat oles seperti minoxidil atau sampo antirontok yang mengandung minoxidil, serta obat minum finasteride khusus pria.

Terapi laser juga dapat direkomendasikan untuk kasus tertentu.

2. Alopecia Areata

Alopecia areata menyebabkan kerontokan rambut dalam bentuk bercak atau pitak kecil berbentuk lingkaran seukuran koin di kulit kepala.

Kerontokan ini biasanya tidak disertai rasa sakit dan dalam kasus jarang, rambut bisa rontok seluruhnya di kulit kepala atau di seluruh tubuh.

Ini adalah penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang folikel rambut yang sehat.

Faktor pemicu yang diduga meliputi genetik, infeksi virus, trauma, perubahan hormon, serta stres fisik atau psikis.

Perawatan meliputi injeksi kortikosteroid ke area yang botak, krim, salep, atau busa kortikosteroid.

Imunoterapi topikal dan obat seperti methotrexate juga dapat digunakan untuk kasus yang parah, dan rambut seringkali dapat tumbuh kembali.

3. Telogen Effluvium

Kerontokan ini ditandai dengan rambut rontok yang cepat dan menyebar di seluruh kulit kepala, terutama di bagian atas kepala, menyebabkan rambut menipis secara signifikan.

Kerontokan biasanya terjadi beberapa bulan setelah pemicu dan umumnya bersifat sementara, tidak menyebabkan kebotakan total.

Kondisi ini dipicu oleh stres fisik atau emosional yang parah, seperti operasi besar, demam tinggi, kehilangan berat badan drastis, atau tekanan psikologis.

Perubahan hormon seperti kehamilan, pasca melahirkan, menopause, atau gangguan tiroid juga bisa menjadi penyebab.

Mengatasi pemicu utama adalah kunci, seperti mengelola stres, mengatasi penyakit yang mendasari, atau menyeimbangkan nutrisi.

Suplemen zat besi atau biotin, serta obat oles minoxidil, dapat membantu dan rambut biasanya akan tumbuh kembali dalam tiga hingga enam bulan.

4. Anagen Effluvium

Kerontokan rambut terjadi secara tiba-tiba dan cepat selama fase pertumbuhan aktif rambut, seringkali dalam hitungan hari atau minggu setelah pemicu.

Kerontokan bisa menyebar di seluruh kulit kepala dan bahkan memengaruhi rambut di tubuh, alis, dan bulu mata.

Umumnya kondisi ini disebabkan oleh kerusakan folikel rambut akibat kemoterapi, terapi radiasi, paparan racun, atau kondisi autoimun. Obat kemoterapi menyerang sel-sel yang tumbuh cepat, termasuk sel folikel rambut.

Rambut biasanya akan tumbuh kembali setelah pemicu, seperti pengobatan kemoterapi, berakhir.

Pendinginan kulit kepala dapat membantu mengurangi kerontokan pada beberapa pasien kemoterapi, serta perawatan kulit kepala yang lembut dan diet sehat mendukung pertumbuhan kembali rambut.

5. Alopecia Traksi

Kerontokan rambut terjadi di area yang sering mengalami tarikan atau tekanan berlebihan, paling sering di garis rambut dahi dan pelipis.

Kulit kepala di area yang terkena bisa tampak kemerahan, gatal, nyeri, atau bahkan muncul benjolan kecil dan peradangan folikel rambut.

Kondisi ini disebabkan oleh kebiasaan menata rambut yang menarik terlalu kencang, seperti kepang ketat, kuncir ekor kuda yang erat, atau penggunaan hair extension yang berlebihan.

Berat rambut panjang juga bisa memicu kondisi ini.

Mengubah gaya rambut menjadi lebih longgar adalah langkah pertama yang penting untuk mengatasi alopecia traksi.

Penggunaan minoxidil dan suplemen biotin dapat membantu, namun tarikan terus-menerus dapat menyebabkan kerusakan folikel rambut permanen.

6. Tinea Capitis

Ini adalah infeksi jamur pada kulit kepala dan batang rambut yang gejalanya meliputi kulit kepala gatal, bersisik, kemerahan, dan munculnya area botak.

Rambut di area yang terinfeksi menjadi rapuh, mudah patah, atau rontok.

Kondisi ini disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita menular dan sering terjadi pada anak-anak.

Penyebaran melalui kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi, atau benda yang terkontaminasi, umum.

Pengobatan utama adalah dengan obat antijamur yang diminum. Untuk anak-anak, krim antijamur juga dapat digunakan dan rambut biasanya akan tumbuh kembali setelah infeksi berhasil diobati.

7. Rambut Rontok Normal

Kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut setiap hari adalah hal yang wajar dan normal sebagai bagian dari siklus pertumbuhan rambut.

Kerontokan ini tidak menyebabkan penipisan rambut yang terlihat atau kebotakan.

Ini adalah bagian alami dari siklus pertumbuhan rambut, di mana rambut lama rontok untuk digantikan oleh rambut baru.

Siklus ini terdiri dari fase tumbuh (anagen), fase transisi (katagen), dan fase istirahat (telogen).

Kondisi ini tidak memerlukan pengobatan khusus. Cukup dengan menjaga kesehatan rambut melalui perawatan rutin dan nutrisi yang baik sudah cukup untuk mendukung siklus alami rambut.

8. Rambut Rontok Akibat Batang Rambut Tipis atau Patah

Rambut tidak rontok dari akarnya, melainkan patah di sepanjang batang rambut.

Ini bisa terlihat saat menyisir rambut dan menemukan helai rambut yang panjangnya tidak sesuai dengan panjang rambut keseluruhan, yang menunjukkan kerapuhan.

Penyebabnya adalah batang rambut yang tipis, lemah, dan tidak ternutrisi dengan baik, sehingga membuatnya rapuh dan mudah patah.

Perawatan rambut yang menutrisi batang rambut, seperti penggunaan kondisioner, hair tonic, hair mask, dan vitamin rambut secara rutin, dapat menjadi solusi.

Penting juga untuk menghindari penataan rambut yang kasar agar tidak memperparah kondisi.

Memahami berbagai jenis rambut rontok dan pemicunya adalah langkah awal yang krusial dalam mengatasi masalah ini.

Meskipun beberapa jenis kerontokan bersifat sementara dan dapat pulih dengan sendirinya, banyak yang memerlukan intervensi medis atau perubahan gaya hidup.

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli dermatologi jika mengalami kerontokan rambut yang berlebihan atau mengkhawatirkan, terutama jika disertai gejala lain seperti gatal, nyeri, atau peradangan kulit kepala.

Penanganan yang tepat dan dini dapat membantu mencegah kerontokan semakin parah dan merangsang pertumbuhan rambut kembali.

Disusun dengan bantuan penelusuran web dari: antaranews.com, emc.id, lloydspharmacy.com, iu.edu, mandayahospitalgroup.com, msdmanuals.com, alodokter.com, dove.com.

D
DewiEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update